SUNAT PADA PRIA, BAIK ATAU BURUK?

16 views

4Funsite.Info – SUNAT PADA PRIA, BAIK ATAU BURUK?, SUNAT PADA PRIA, BAIK ATAU BURUK?

SUNAT PADA PRIA, BAIK ATAU BURUK?

SUNAT PADA PRIA, sunat
Sebelum bicara lebih jauh, mari kita cari tahu dulu apa itu sunat.
Sunat atau Khitan adalah tindakan memotong sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis, jadi tindakan ini hanya memotong ujung dari kulit yang menutupi kepala penis bukan pada penisnya.
Banyak pendapat yang berbeda tentang sunat pada pria, ada yang setuju dan ada yang menolak, bahkan dengan keras melakukan demo anti sunat yang terjadi di negara selain Indonesia tentunya. Mereka beranggapan bahwa sunat merupakan tindakan mutilasi yang melanggar hak asasi manusia, karena di negara tersebut mayoritas anak laki-laki di sunat pada saat masih bayi. Namun bagi masyarakat muslim, Sunat atau Khitan wajib dilakukan,  karena terkait dengan najis bekas air kencing yang ada pada kulup kepala penis, sedangkan suci dari najis merupakan syarat sahnya shalat. 
Ada sebagian orang yang khawatir apakah dengan sunat dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kehidupan seksual mereka, atau sebaliknya, atau bahkan tidak berpengaruh apa-apa.

Dan berikut ini adalah beberapa pendapat tentang sunat yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.
Ada yang berpendapat bahwa sunat dapat menurunkan sensitifitas penis, penis lebih cenderung terkena infeksi karena tidak ada kulit pelindung, dan mengalami disfungsi erektil.
Ada juga yang mengatakan bahwa pria yang tidak disunat, resiko menderita inflamasi (peradangan) jauh lebih besar dibanding dengan pria yang di sunat, karena bagian ujung penis pria merupakan tempat tumbuhnya banyak bakteri. Jika tidak dibersihkan (di sunat) dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan bahkan berbagai penyakit menular.
Hasil penelitian Brian Morris, profesor ilmu kedokteran molekular dari Sydney Medical School, University of Sydney, disebutkan bahwa anak laki-laki yang tidak dikhitan sepuluh kali lebih rentan terserang infeksi ginjal, kandung kemih, dan uretra daripada bocah yang dikhitan.
Penelitian di Universiy of Quebec’s INRS-Institut Armand-Frappier di Montreal, Kanada menyebutkan bahwa sunat akan mengurangi risiko terinfeksi penyakit kelamin menular yang menjadi salah satu penyebab kanker prostat.
Menurut penelitian Dr. Lance Price dari George Washington University, AS, sunat dapat mengurangi resiko terinfeksi HIV hingga 50%. Penelitian tersebut dilakukan dengan membandingkan orang yang mengikuti sunatan masal yang dilakukan di uganda dan yang tidak mengikuti sunatan masal tersebut. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa setelah disunat, jumlah total bakteri yang ada di kulup penis partisipan menurun secara signifikan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Indiana University, populasi bakteri baik secara signifikan dipengaruhi oleh sunat. Bakteri baik tersebut berperan sebagai pelindung. Oleh karena itu sunat atau khitan diketahui dapat mengurangi risiko tertular HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Nah, dimanakah letak bakteri baik tersebut pada penis? Bakteri tersebut terletak di bawah kulup penis.
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah organisasi anti-sunat, mengindikasikan, sebanyak 61% pria yang disunat saat bayi dilaporkan mengalami penurunan sensasi seks seiring bertambahnya usia mereka.
Dua artikel penelitian The Journal of Urology  yang mengukur tingkat kepuasan pria dewasa sebelum dan setelah sunat. Satu studi tidak menemukan penurunan tingkat kepuasan seksual ketika mereka disunat. Namun penelitian lain melaporkan penurunan yang signifikan dalam kepuasan ketika ereksi setelah disunat.
Hasil penelitian pada ribuan pria di Uganda menunjukkan, mereka yang disunat ketika dewasa mengaku bahwa sunat tidak mempengaruhi kepuasan seksual atau menyebabkkan sakit selama atau setelah melakukan hubungan seksual.
    
Sebuah pengujian tentang efek sunat dan seks di Amerika Serikat menemukan, pria yang disunat mempunyai risiko lebih rendah untuk mengalami disfungsi seksual ketimbang mereka yang tidak disunat.
Di Meksiko, sunat tampaknya tidak memberikan pengaruh dalam hal kepuasan seksual bagi pasangan.
  
Menurut Guru Besar dan Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS mengatakan “Tidak ada hal ilmiah yang menunjukkan bahwa sunat atau tidak sunat berpengaruh terhadap fungsi seksual. Jadi, tidak sunat pun tidak berpengaruh terhadap hubungan seksual”.

Pertanyaannya: Apakah sunat akan membuat kita lebih sehat?
Faktanya: Apakah kita yang bersunat pernah mengidap penyakit kelamin yang disebutkan diatas?
Pertanyaannya: Apakah sunat berpengaruh terhadap kehidupan seks kita? 
Faktanya: Jika kita disunat pada saat bayi, anak-anak atau remaja, apakah kita bisa merasakan kepuasan atau rasa yang berbeda ketika sedang bercinta?
Kecuali bagi Anda yang sudah melakukan hubungan intim sebelum disunat dan melakukannya lagi setelah disunat.
Semua kembali lagi kepada diri kita. Pola hidup, gaya hidup, pergaulan dan banyak faktor lain yang dapat menentukan kesehatan dan kehidupan seksual kita.
Keputusan untuk melakukan sunat pada Bos bro atau pada anak cucu lelaki Bos bro harus didasari keyakinan yang kuat, bisa berdasarkan agama, budaya atau fakta tentang manfaat sunat itu sendiri.
Jadi menurut Bos bro, sunat pada pria, baik atau buruk?
Terserah Bos bro deh… tapi kalo ada hajatan, jangan lupa ngundang ya, hehehe…

Photo credit: Rommel Rebollido via flickr.com 

Terima Kasih Atas kunjungan anda di halaman  SUNAT PADA PRIA, BAIK ATAU BURUK?, Jangan lupa untuk Membookmars Halaman ini jika  SUNAT PADA PRIA, BAIK ATAU BURUK? berguna untuk anda.

Leave a reply "SUNAT PADA PRIA, BAIK ATAU BURUK?"